Gospel of Grace ‘Injil Kasih Karunia’

  1. Apakah orang Kristen dapat melakukan dosa yang tidak dapat diampuni?Bagaimana dengan firman tuhan yang mengatakan “Jikalau engkau menghujat Roh Kudus, maka dosamu tidak akan diampuni”?

 

Jawab: Tidak Bisa.

 

Dosa menghujat Roh Kudus sesunggunya bukanlah ketika kita marah atau mengatakan sesuatu yang jahat terhadap Roh Kudus. Melainkan tidak percaya bahwa Roh Kudus adalah Rohnya Yesus Kristus, atau lain kata adalah ‘Tidak Percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya penyelamat umat manusia’. Menghujat Roh Kudus adalah dosa karena tidak percaya Yesus.

Sedangkan orang yang sudah ada di dalam Yesus, pastilah sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sehingga mereka tidak akan mungkin bisa melakukan dosa yang menghujat Roh Kudus.

 

Yohanes 16:8-9

(Ayat 8) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

(Ayat 9) Akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

 

  1. Dapatkah orang ‘Kristen’ di dalam Yesus Kristus Murtad dan Meninggalkan Yesus ?

 

Jawab : Tidak bisa.

 

Sebab ketika orang sudah di dalam Yesus (dengan iman percaya), maka dia sudah ada di dalam genggaman Yesus dan lebih lagi di dalam genggaman Bapa YAHWEH, sehingga orang tersebut tidak akan dapat pergi meninggalkan Yesus atau murtad.

 

Yohanes 10:28-29

(Ayat 28) Dan Aku memberikan hidup kekal kepada mereka, dan mereka sekali-kali tidak akan binasa sampai selamanya! Dan tidak ada seorang pun akan merampas mereka dari tangan-Ku.

(Ayat 29) Bapa-Ku yang memberikannya kepada-Ku lebih besar daripada segalanya, dan seorang pun tidak dapat merampasnya dari tangan Bapa-Ku.

 

Roma 8:38-39

(Ayat 38) “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang.”

(Ayat 39) “atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Elohim, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

 

 

  1. Apakah Radical Grace itu ?

 

Jawab : ‘Radical Grace’ atau ‘Kasih Karunia yang Radikal’ adalah kasih karunia yang tidak membutuhkan campur tangan manusia (usah dan upaya) manusia.

 

Ketika kita mendengar bahawa Keselamatan itu adalah Kasih Karunia, maka kita dapat mengetahui bahwa Keselamatan tersebut hanyalah dari karya Yesus Kristus sendiri yang tidak membutuhkan campurt tangan manusia (usaha dan upaya) untuk mendapatkannya.

 

 

  1. Apakah kasih karunia itu ?

 

Jawab: Kasih karunia adalah anugerah pemberian dari Bapa YAHWEH yang tidak layak kita terima, namun pemberian itu tetap di berikan kepada kita, bukan karena kita layak menerimanya, tetapi kita di layakkan untuk menerimanya.

 

 

  1. Apakah orang Kristen perlu mengaku dosa terus-menerus untuk menerima pengampunan dosanya sesuai dengan I Yohanes 1:9Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan’?

 

Jawab: Perlu diketahui bahwa pengampunan yang kita teruma bukan seberapa banyak dosa yang perlu kita akui. Sedangkan I Yoh. 1:9 tersebut ditujukan untuk orang yang belum percaya Yesus dan bukan untuk orang yang sudah percaya Yesus (I Yoh. 1:3 ‘Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus’).

 

Pada prinsipnya bahwa kita diampuni bukan oleh karena doa pengakuan dosa atau pertobatan kita, tetapi hanya karena karya Salib dari Yesus Kristus.

 

Efesus 1:7Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.

 

Jadi intinya jika orang kristen tersebut ingin mengaku akan dosanya di hadapan hamba tuhan, ya boleh saja untuk supaya ada kelegaan di hatinya. Namun jika tidak mengaku akan dosanya maka tidak apa-apa karena Penebusan Keselamatan kita bukan berdasarkan mengaku dosa, melainkan karena percaya bahwa Yesus Kristus telah mati untuk umat manusia.

 

 

  1. Sebuah bukti ayat Firman Tuhan yang menyatakan Yesus Kristus adalah Tuhan itu sendiri.

 

Jawab :

  1. Yohanes 1:1 dan 14

Ayat 1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Elohim dan Firman itu adalah Elohim.”

 

Ayat 14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

 

Penjelasan : Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia (Elohim yang menjadi manusia) dari ayat ini kita sudah tahu bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

 

  1. Yesaya 9:6 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Elohim yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

 

Penjelasan :

Yesus Kristus adalah Elohim yang perkasa dan kekal.

 

  1. Yohanes 4:25-26

Ayat 25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus (Tuhan yang menyelamatkan) ; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”

 

Ayat 26 Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

 

Penjelasan :

Wanita samaria ini sedang berbicara kepada Yesus bahwa akan datang Mesias atau Tuhan yang akan menyelamatkan, namun setelah mendengar perkataan wanita ini, Yesus menjawab, Akulah Dia (Yesus sedang mengakui kepada wanita ini bahwa Yesus adalah Mesias atau Tuhan yang kamu bicarakan itu).

 

 

  1. Kita diberitahu bahwa kita dikuduskan sekali untuk selamanya seperti di dalam Ibrani 10:10 ‘Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus”, tapi apa yang tertulis di Ibrani 12:14 dikatakan “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan”, Bukankah ini adalah sebuah kontradiksi?

 

Jawab: Sebenarnya teks asli ayat Ibrani 12:14 adalah seperti ini: “Eirenen diokete meta panton, kai ton hagiasmon, hou choris oudeis opsetai ton kurion”.

 

Jika diterjemahkan secara baku maka artinya adalah “Peace purse with all, and the holiness, which without no one will see the Lord” atau secara baku di dalam bahasa Indonesia “Kejar damai dengan semua, dan kekudusan yang tanpa itu tidak seorangpun akan melihat Tuhan”.

 

Berdasarkan definisi ini, jelas bahwa sebenarnya ayat Ibrani 12:14 ini adalah berisi nasehat cara berinteraksi orang percaya terhadap semua orang. Kemudian dijelaskan lebih lanjut bahwa cara berinteraksi yang dimaksudkan itu akan memberi suatu “dampak” kepada orang lain.

 

Cara berinteraksinya ialah “hiduplah damai” dan “tunjukkan kekudusan” terhadap semua orang, dimana kita – orang percaya – SUDAH memiliki kedua hal itu (damai dan kekudusan). “Dampak” yang akan muncul ialah, orang lain itu “akan melihat Tuhan” melalui kita. Tanpa hal seperti ini, tidak ada orang yang akan “melihat Tuhan melalui orang percaya”.

 

Jadi kesimpulannya adalah isi ayat itu tidak ada kaitannya dengan “hiduplah kudus supaya selamat” ataupun supaya kita “bisa melihat Tuhan atau tidak”. Sebab kita sudah selamat, sudah disucikan, sudah dikuduskan, sudah dibenarkan saat kita “lahir di dalam Kristus”. Kekudusan itu sudah ada dan telah kita terima di dalam Kristus Yesus. Tidak kita upayakan dan tidak kita “kejar-kejar” lagi.

 

 

  1. Apakah orang Kristen harus mengerjakan keselamatan sesuai denganFilipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”?

 

Jawab: Seringkali kita hanya melihat sampai disitu saja padahal ayat itu memiliki kelanjutan yang berbunyi Filipi 2:13 “Karena Tuhanlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”

 

Di Dalam versi Bahasa Inggris Filipi 2:12 memakai kata “Work Out” bukan “Work For” yang memiliki pengertian bahwa kata tersebut Bukan berarti untuk memperoleh keselamatan, tetapi Mengekspresikan atau memanifestasikan keselamatan yang sudah diterima, dan bukan berusaha untuk memperoleh keselamatan.

 

Tuhan yang sudah menyelamatkan kita, Ia sendiri yang akan terus bekerja dalam kita, bukan diri kita. Bagian kita adalah mengijinkan Dia bekerja dengan cara memberi diri untuk dibersihkan oleh Roh Kudus melalui FirmanNya. Jadi, jangan puas dan berhenti sampai lahir baru, tetapi belajar dari teladan Yesus dan alami kekuatan Tuhan mengubahkan hidup kita.

 

 

  1. Bagaimana perbedaan tentang kehidupan yang berada di bawah Hukum Taurat dengan kehidupan yang berada di bawah Kasih Karunia?

 

Jawab :

 

Kehidupan di bawah Taurat

Kehidupan seseorang yang berada di bawah taurat adalah kehidupan yang penuh dengan usaha dan upaya manusia untuk mencapai Tuhan dan untuk menerima kebaikan dari Bapa YAHWEH.

 

Contoh : agar mau menerima keselamatan kita harus melakukan ini dan itu, tidak boleh begini dan begitu, sebab kalau kita melanggar satu larangan saja maka kita akan menerima maut atau kematian kekal. Sebab orang yang berdosa tidak akan bisa mendekat kepada Bapa YAHWEH.

 

Di bawah Kasih Karunia

Kehidupan di bawah kasih karunia ada kehidupan dimana Bapa YAHWEH yang datang menghampiri kita melalui Yesus Kristus, bahkan hanya dengan iman percaya saja di dalam Yesus kita menerima pengampunan dan keselamatan bahkan kehidupan yang di berkati dan lepas dari kutuk dan dosa.

 

 

  1. Bagaimana dengan firman yang terdapat di1 Petrus 4:17Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?”

 

Jawab: Petrus menulis surat ini di saat penganiayaan besar sedang terjadi atas orang Kristen. Di awal kelahirannya, gereja hanya menghadapi ancaman dari orang religius macam Saulus. Tetapi ketegangan makin meningkat, sekarang negarapun ikut memburu mereka.

 

Saat Petrus mengatakan “saatnya penghakiman bagi gereja” yang dia maksudkan adalah penghukuman Nero atas orang-orang Kristen saat itu. Lihat bagaimana Petrus menjelaskan penghukuman ini di ayat2 sebelumnya (Ayat 12-16) dengan menggunakan kata “Bersukacitalah, Bergembiralah, Berbahagialah”.

 

Karena Nero – bukan Tuhan – orang Kristen disiksa dan dibunuh karena iman mereka pada Kristus. Dalam kondisi penuh aniaya ini, Petrus menghadirkan perspektif yang berbeda. Dia membandingkan apa yang terjadi kepada orang benar (penganiayaan di hidup ini) dengan apa yang akan terjadi kepada orang tak percaya (penghukuman kekal).

 

 

  1. Bagaimana dengan Firman yang berkata “jika kita sengaja berbuat dosa maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa?” Ibrani 10:26-27 “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka

 

Jawab: Penulis kitab Ibrani ini menujukan tulisannya kepada orang Ibrani yg sedang mengalami peralihan dari peraturan Hukum Taurat kepada kasih karunia, dari Old Covenant kepada New Covenant.

 

Dalam penjelasannya kepada orang Ibrani tersebut, penulis membukakan suatu kemungkinan apabila ada seseorang yang sengaja berbuat dosa sekalipun telah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran yaitu berita benar tentang semua yang Kristus sudah lakukan bagi kita, maka tidak ada lagi kurban yang bisa menghapus dosa tersebut, seperti tertulis dalam Ibr 10:4 “Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa”.

 

Bagaimana kita mengidentifikasikan dosa yang dimaksud dalam ayat 26? Jawabannya ada pada ayat 27, yaitu dosa yang menyebabkan seseorang mengalami kematian yang mengerikan dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Dengan kata lain dosa ini mengandung suatu penghukuman kekal. Dosa yang dimaksud ini adalah Yoh 3:18  “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Bapa”.

 

Jadi, satu-satunya dosa yang dapat menghasilkan penghukuman kekal yaitu dimana ia TIDAK PERCAYA dalam nama Anak Tunggal Bapa, yaitu Tuhan Yesus. Saat seseorang tidak percaya kepada Anak Tunggal Bapa yang menghapus dosa dunia lalu masih mengharapkan pengampunan dosa melalui darah lembu jantan atau darah domba jantan (seperti dalam Hukum Taurat), maka orang itu sama saja sudah menginjak-injak Anak Bapa, menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya dan menghina Roh Kasih Karunia seperti yang tertulis di Ibrani 10:29.

 

  1. Bagaimana dengan perumpamaan 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh? Apakah saya bisa termasuk di dalam yang tidak diselamatkan?

 

Jawab: saat Yesus menyampaikan perumpamaan ini, Ia sedang mengajar di bait suci dan tiba-tiba imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi datang menyela Yesus dan bertanya “dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Matius 21:23b.

 

Jadi perumpamaan itu ditujukan kepada imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi, bukan kepada kita.

 

Di perumpamaan ini Yesus mengumpamakan diri-Nya sebagai Mempelai Laki-laki, tetapi di dalamnya tidak disebut seorang mempelai/pengantin perempuan. Yang ada hanya 10 gadis (ten virgins). Pertanyaan: di dalam Alkitab pernahkah orang percaya dipanggil sebagai “gadis/anak dara”? Tidak pernah! Lalu siapakah 10 gadis ini?

 

Mereka adalah orang-orang Israel (Yer 18:13, 31:4). Menurut adat pernikahan Yahudi memang dilibatkan teman-teman perempuan yang masih perawan yang menunggu mempelai laki-laki di rumah mempelai wanita (Maz 45:13-14). Karena yang menunggu Kristus itu bukan hanya gereja-Nya tetapi juga orang Yahudi yang sampai sekarang masih menunggu kedatangan Mesias. Di dalam perumpamaan ini Yesus menubuatkan bahwa orang Yahudi nanti ada juga yang diselamatkan tapi jumlahnya hanya 50%, cocok dengan nubuatan Yesus lagi dalam Mat 24:40.

 

 

  1. Bagaimana tentang penghakiman terakhir dimana dibedakan antara kambing dan domba berdasarkan perbuatannya?

 

Jawab: Banyak orang Kristen fokus pada perbuatan, padahal perbuatan tidak menentukan identitas seseorang, tetapi sebaliknya IDENTITAS MENENTUKAN PERBUATAN.

 

Seorang Pangeran Harry tidak akan mengais-ais sampah karena dia tahu dia seorang pangeran, bukan pengemis. Orang yang tahu identitasnya adalah orang benar maka dia akan melakukan perbuatan-perbuatan benar. Kambing dan domba berbeda BUKAN karena perbuatannya tetapi karena dari DNA nya sudah berbeda, jenisnya, jati dirinya berbeda. Dari Mat 25:31-46 ini kita tahu bahwa domba akan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Right believing will produce right living.

 

 

  1. Apakah pengertian tentang “menyangkal diri & memikul salib”? Matius 16:24 “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

 

Jawab: Ketika Yesus mengucapkan perkataan ini, pendengarnya adalah orang Yahudi yang hidup di Hukum Taurat. Yang dimaksud Yesus “menyangkal diri” adalah setiap hari kita harus mengakui bahwa kita tidak dapat menyelamatkan diri dengan usaha-usaha, upaya, perbuatan-perbuatan baik kita (Rm 3:27-28, Gal 2:16, 2 Tim 1:9, Fil 3:9).

 

Setiap hari kita harus menyangkal untuk mempercayai diri kita dan lebih memilih untuk mempercayai Yesus, bukan self-concious (sadar diri) tapi Christ-concious (sadar Kristus).

 

Sedang “memikul salib” memiliki arti: salib adalah tempat dimana Yesus mati di atasnya. Salib berbicara tentang kematian. Jadi memikul salib maknanya adalah setiap saat kita (harus) menganggap diri kita sudah mati atau meniadakan diri sendiri, seperti Gal 2:19-20. Dan hal menjadi MATI itu bukanlah hasil dari diri kita, melainkan semata-mata adalah pekerjaan Yesus (yang kita aminkan untuk kita).

 

 

  1. DalamYohanes 15:2 ditulis, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”Apakah kata”dipotong” dalam ayat ini bukankah berarti bahwa orang percaya dapat kehilangan keselamatan?

 

Jawab:  Teks asli kata “dipotong” adalah “airo” (Bahasa Yunani) yang berarti: “diangkat” (to lift up, to take up). Tanaman anggur adalah tanaman yang merambat dan supaya berbuah, pohon anggur harus cukup mendapat sinar matahari. Apabila ada ranting yang tidak berbuah karena tergeletak di tanah (tidak merambat pada penopangnya), maka ranting itu akan diangkat dari tanah dan diletakkan kembali pada penopangnya sehingga dia mendapat sinar matahari dan dapat berbuah.

 

Orang Kristen yang “tergeletak” dan hanya memandang ke tanah (self & sin concious) akan diangkat oleh Yesus – Penopang dan Surya Kebenaran –  yang selalu  menyinari orang ini sehingga ia akan memandang hanya Yesus (Son concious) danakibatnya ia berbuah.

 

 

  1. Apakah Injil Kasih Karunia sesungguhnya mengajarkan orang ‘terutama yang belum dewasa’ sebagai ijin untuk melakukan dosa (License to sin) ?

 

Jawab: Tidak

 

Sebaliknya Kasih Karunia Tuhan mendidik kita untuk meninggalkan kefasikan, keinginan-keinginan duniawi dan membebaskan kita dari segala kejahatan

 

Titus 2:11-14 “Karena kasih karunia TUHAN yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan TUHAN yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik”

 

Hal ini juga dialami oleh Rasul Paulus dalam jamannya bahwa pengajarannya disalah mengerti banyak orang dan dianggap untuk ijin berbuat dosa, sehingga Rasul Paulus menekankan pada Roma 6:1-2 dan Roma 6:14-15 bahwa kita telah mati bagi dosa dan kita TIDAK akan dikuasai lagi oleh dosa.

 

Roma 6:1-2 “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?Sekali-kali TIDAK! Bukankah kita telah mati bagi dosa”

 

Roma 6:14-15 “Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali TIDAK!”

 

 

  1. Saya sendiri mengerti dan tidak akan menyalahgunakan kasih karunia. Tetapi bagaimana dengan orang lain atau saudara saya yang sangat sulit dinasihati?

 

Jawabannya sederhana dan berupa pertanyaan balik: Apakah Anda sungguh-sungguh merasa lebih baik dari orang lain? Mungkin ini adalah sebuah gejala kesombongan rohani. Orang yang tidak merendahkan diri terhadap orang lain adalah orang yang congkak dan ditentang oleh Tuhan.

 

1 Petrus 5:5 “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Elohim menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

 

Saat Yesus mati di kayu salib, Ia tahu bahwa Anda akan gagal dan berdosa kembali. Ia juga tahu bahwa mungkin akan ada orang yang akan menyalahgunakan kasih karunia bahkan menolak pengorbananNya. Namun Ia tetap melakukannya karena Ia mengasihi kita semua. Mengapa Anda merasa bahwa Anda layak diampuni namun orang lain tidak layak diampuni sekali untuk selamanya?

 

Percayalah bahwa Roh Kudus tidak pernah salah. Saat Ia masuk dan tinggal dalam hati orang yang lahir kembali dalam Yesus, Roh itu akan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang baik dalam kehidupan orang itu. Tuhan sendiri akan menanamkan keinginan yang baru dan memampukan orang itu melakukan perbuatan baik

 

Filipi 2:13 “Karena Elohimlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”

 

Apabila orang tersebut memang sungguh-sungguh membuka hatinya dan percaya kepada Yesus. Saat ia sudah menerima Yesus, perubahan perilaku hanyalah masalah waktu. Iman adalah akar, sementara kasih dan perbuatan adalah buah.

 

Peraturan, ancaman, dan tekanan sosial dalam gereja hanya bisa membuat seseorang kelihatan taat dan saleh dalam perbuatannya yang tampak dari luar, namun tidak mampu membuka dan menyentuh hati orang. Hanya Roh Kudus yang mampu melakukannya.

 

 

  1. Bagaimana dengan Firman bahwa Ibrani 12:6karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

 

Jawab: Pengajaran kasih karunia sangat mengakui bahwa anak-anak Tuhan perlu dididik sebagai anak. Dihajar yang dimaksud dalam surat tersebut bahasa aslinya adalah “paideuo” yang artinyamendidik, melatih anak (child training) dan koreksi.

 

Pendidikan semacam ini tidak dirasakan menyenangkan, namun tujuannya adalah untuk kebaikan si anak sendiri dan menyelamatkan dia dari perilaku yang membahayakan dirinya sendiri.

 

Perlu ditegaskan bahwa koreksi dan didikan Tuhan berbeda dengan penghukuman dan kutuk yang menyengsarakan, mematikan, dan membinasakan manusia. Mungkin kita akan mengalami rasa frustrasi karena hal-hal yang kita kerjakan tidak berhasil, namun Tuhan tidak membuat sampar dan sakit penyakit yang mematikan karena kita berbuat kesalahan dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan atau pelayanan kita.

 

 

  1. Bagaimana dengan Firman Tuhan yang mengatakan bahwa orang-orang yang sudah percaya kemudian melayani namun pada akhirnya ditolak pada saat Yesus datang?

 

Seperti yang terdapat di dalam Matius 7:21-23

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

 

Jawab:Judul perikop ayat-ayat tersebut adalah “Hal Pengajaran Sesat’.

 

Mereka yang ditolak Yesus adalah para pengajar sesat, yakni orang-orang yang meskipun tampaknya melayani namun tidak pernah dikenal Yesus. Artinya mereka bukan orang-orang yang lahir baru dalam Kristus, karena Yesus pasti mengenal domba-dombaNya.

 

Para pengajar sesat ini membuat ‘mujizat’ yang mirip dengan mujizat yang dilakukan Yesus, namun dengan kuasa-kuasa lain karena mereka tidak pernah menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatNya.

 

Kata “demi nama-Mu” juga bisa diartikan sebagai “demi nama Tuhan” sehingga belum tentu berarti “dalam nama Yesus”.  Sehingga, semua dukun-dukun, paranormal dan mereka yang melakukan ‘mujizat’ tetapi tidak pernah percaya kepada Yesus termasuk ke dalam kategori pengajar sesat tersebut. Bila mereka benar-benar orang percaya, maka Yesus tentu mengenal mereka dan tidak akan menghukum mereka.

 

 

  1. Bukankah jalan ke surga sempit?

 

Jawab: Benar, karena hanya ada satu jalan di antara sekian banyak ‘jalan-jalan’ lain yang ditawarkan dunia (ajaran Budha, Islam, Hindu, dll.).

 

Yohanes 14:6 berkata “Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”

 

Jalan yang sempit bukan berarti jalan tersebut memerlukan upaya manusia yang begitu hebat sehingga sedikit sekali orang yang akan mampu melewatinya. Jalan sempit artinya hanya ada satu jalan (Yesus) dari sekian banyak yang di dunia.

 

Matius 7:12-14: “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

 

Artinya, memang sedikit orang yang menemukan jalan satu-satunya itu, yakni jalan kepada Bapa melalui Yesus. Namun bukan berarti bahwa mereka yang telah menemukan Yesus, masih akan sulit selamat karena sesungguhnya mereka SUDAH selamat.

 

 

  1. Bagaimana dengan Firman ‘Manusia dibenarkankarena perbuatan-perbuatannya bukan hanya karena iman’ Yakobus 2:24 “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman”

 

Jawab: Dalam kasih karunia, perbuatan yang benar adalah buah dari iman kepada Yesus Kristus.

 

Iman adalah akar, sementara perbuatan adalah buah. Apabila kita tinggal di dalam Yesus (terus percaya padaNya dan FirmanNya) maka hanya permasalah waktu, kita pasti akan berbuah.

 

Dalam kasih karunia, kita percaya bahwa iman yang benar akan menuntun pada perbuatan baik. Sehingga ayat Yakobus 2:24 tersebut sangat konsisten dengan pengajaran kasih karunia. Tidak mungkin seorang yang beriman sungguh-sungguh pada Yesus kemudian tidak berubah untuk mulai perbuatan yang benar. Ia adalah ciptaan baru 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”, Roh Kudus ada dalam hidupnya mengubah keinginan dan perbuatannya dari dalam ke luar Filipi 2:13 “karena Elohimlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”.

 

 

  1. Mengapa Tuhan Yesus ketika menjawab pertanyaan tentang keselamatan, solusinya adalah melakukan hukum Taurat? (Lukas 18:18-24)

 

Jawab: Karena orang tersebut membanggakan diri bahwa ia telah melakukan seluruh hukum Taurat, padahal ia telah gagal dan tidak mampu melakukan hukum Taurat tersebut. Ia telah menjadikan hartanya sebagai illah di dalam hidupnya. Di dalam hukum Taurat, ketika seseorang gagal melakukan salah satu hukum, maka dia dianggap salah atau gagal seluruhnya.

 

Yakobus2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

 

 

  1. Beberapa orang berpendapat bahwa pengajaran tentang Injil kasih Karunia ini membuat orang menjadi pasif, tidak lagi giat bekerja atau melayani, apakah hal ini benar ?

 

Jawab: Hal ini tidak benar.

 

Kasih karunia TUHAN ini membuat kita rajin berbuat baik Titus 2:14 “yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, YANG RAJIN BERBUAT BAIK”, rajin untuk bekerja maupun untuk melayani.

 

Efesus 2:8-10

(ayat 8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim,

(ayat 9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

(ayat 10) Karena kita ini buatan Elohim, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Elohim sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

 

Artinya kasih karunia akan menuntun kehidupan seseorang pada kebenaran di dalam Yesus Kristus. Bahkan Rasul Paulus bekerja lebih keras dari pada orang-orang sekitarnya, namun bukan kekuatannya sendiri tetapi kasih Karunia TUHAN yang berkerja dalam dirinya.

 

1 Korintus 15:10 Tetapi karena kasih karunia TUHAN, aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia TUHAN yang menyertai aku.

 

Surat-surat Rasul Paulus juga penuh dengan instruksi tentang bagaimana kita hidup sekarang setelah kita menjadi milik Kristus. Ia mendorong para pembacanya untuk bekerja didalam pekerjaannya seperti untuk Tuhan Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”, para pegawai tunduk kepada majikan mereka,  para majikan diminta untuk bersikap baik kepada para pegawai mereka, para suami harus mengasihi isteri, anak-anak harus mentaati orang tua mereka dll.

 

Hidup oleh kasih karunia bukanlah panggilan kepada kepasifan, itu memberi kita kuasa untuk menjalani kehidupan yang saleh. Instruksi-instruksi dalam kekristenan bukanlah legalisme jika itu diajarkan sebagai hasil dari ciptaan baru. Seperti 2 mata pisau hanya bisa efektif jika digunakan bersama: posisi kita di dalam kristus dan bagaimana kita mengerjakan apa yang telah Ia kerjakan di dalam kita secara praktis.

 

 

  1. Dalam “Doa Bapa Kami” disebutkan bahwa kita harus mengampuni orang lebih dahulu baru kita menerima pengampunan. Bagaimana pandangan Injil Kasih Karunia menjelaskan pernyataan ini?

 

Jawab: Perkataan ini diucapkan sebelum Yesus disalibkan.

 

Tetapi setelah Yesus disalib kita menerima pengampunan karena Tuhan telah mengampuni dosa kita  Efesus 4:32 “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Elohim di dalam Kristus telah mengampuni kamu” dan tidak mengingat dosa-dosa kita lagi Ibrani 8:12 “Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”.

 

Sebelum Yesus disalib kita harus mengampuni supaya diampuni, tetapi setelah Yesus disalib kita mengampuni karena Yesus telah mengampuni kita.

 

  1. Apabila kasih karunia dalam Yesus memerdekakan manusia dari hukuman dan kutuk, bagaimana jika manusia menyalahgunakannya?

 

Jawab: Yesus tidak pernah ragu untuk mati di kayu salib karena berpikir bahwa mungkin akan ada orang-orang yang tidak menghargai dan menerima pengorbananNya tersebut.

 

Memang sudah dan akan ada manusia yang tidak menghargai karyaNya di kayu salib, namun tidak berarti bahwa kita perlu menambah-nambahi ‘the good news’ agar tidak terlalu mudah, dengan tujuan agar manusia yang mendengarnya tidak menyalahgunakannya.

 

Tugas kita adalah memberitakan kabar baik kasih karunia Yesus Kristus. Biarkanlah lalang dan gandum tumbuh bersama sampai hari penuaian. Apabila kita menghakimi lalang dan gandum maka akan ada yang tercabut. Akan ada orang-orang yang bisa diselamatkan namun menjauh dari Kristus karena beban berat yang kita pasang di bahu mereka.

 

 

  1. Jadi di dalam Kasih Karunia dipasikan bahwa kita tidak akan menerima hukuman atau beban, bagaimana cara menjelaskan?

 

Jawab: Yesus berkata Matius 11:30 “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Dalam versi English Amplified ”For My yoke is wholesome (useful, good–not harsh, hard, sharp, or pressing, but comfortable, gracious, and pleasant), and My burden is light and easy to be borne.”

 

Hidup dalam hukum Kristus (hukum kasih) seharusnya menyenangkan dan tidak menekan, karena bagian kita adalah menerima kasih karunia dan kebaikanNya. Dengan menerima kemurahanNya secara tidak henti-hentinya, kita akan dimampukan membagikannya kepada sekitar kita.

 

Setiap orang percaya semestinya tidak lagi hidup seperti di bawah beban hukum Taurat yang keras, berat, dan mematikan. Setan (dalam bahasa aslinya Hasatan artinya pendakwa) ingin menggunakan surat hutang yang sebenarnya sudah lunas dibayar Kolose 2:14 “dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib” untuk menuduh kita bahwa kita masih memiliki kekurangan-kekurangan pembayaran (kurang bayar harga misalnya dalam ibadah pribadi, doa, pelayanan, dan persembahan), sehingga akhirnya kita lumpuh, kelelahan, dan akhirnya binasa karena menyerah tidak sanggup lagi mengikuti Kristus. Ia sedang menjauhkan kita dari kebaikan, kemurahan dan kasih karunia Tuhan, yang sesungguhnya sangat kita perlukan untuk dapat berkenan kepada Dia. Bagian kita adalah menerima kebenaran yang merupakan pemberian cuma-cuma dari Tuhan.

 

  1. Bagaimana dengan Ananias dan Safira? Bukankah setelah salib tidak ada lagi penghukuman di dalam Kristus?

 

Jawab: Ananias dan Safira bukan orang percaya, seperti juga pada masa sekarang tidak semua orang yang ada di dalam gereja adalah orang yang percaya Yesus.

 

Dalam Bahasa Inggris Ananias dalam Kisah Rasul 5:1 disebutkan sebagai “a certain man”, sedangkan murid-murid Tuhan Yesus tidak pernah disebutkan sebagai a certain man, melainkan “a certain disciple” Kisah Rasul 9:10.

 

  1. Benarkah pengajaran kasih karunia merendahkan atau menghilangkan Hukum Taurat?

 

Jawab: Sesungguhnyabangsa bukan Yahudi tidak pernah diberikan Hukum Taurat, tetapi Tuhan memberikan hati nurani yang menuntut diri kita seperti Hukum Taurat.

 

Ajaran kasih karunia justru sangat menghormati Hukum Taurat dan menyadari bahwa standarnya jauh lebih tinggi dari yang mampu dilakukan manusia. Penghormatan sesungguhnya adalah pengakuan bahwa hukum Taurat tidak boleh dilakukan sebagian dan harus dilakukan secara sempurna dan dengan kesetiaan penuh. Namun tidak seorangpun di dunia ini yang pernah mencapai kesempurnaan tersebut. Sehingga satu-satunya cara untuk memenuhi tuntutannya tersebut adalah dengan menerima kasih karunia dalam Yesus Kristus.  Hukum Taurat diberikan untuk menunjukkan keterbatasan kekuatan dan kemampuan manusia dalam mencapai TuhanRoma 5:20 “Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah”

 

Kematian Yesus telah membatalkan hukum Taurat Efesus 2:15 “sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera”. Sehingga baik Yahudi maupun bukan Yahudi memiliki hanya satu jalan selamat yaitu iman pada Yesus Kristus.

 

Dengan batalnya Hukum Taurat bukan berarti kita hidup tanpa hukum (antinomian), karena  kita tetap berada dalam hukum Tuhan (1 Kor 9:21, 1 Kor 7:19) yang dituliskannya dalam akal budi dan hati kita melalui Roh Kudus (Ibr  8:10).

 

  1. Apakah pernyataan “Sekali selamat tetap selamat itu Alkitabiah”? atau Mengapa keselamatan di dalam Yesus Kristus tidak bisa hilang ?

 

Jawab: Keselamatan di dalam Yesus Kristus tidak dapat hilang. Karena keselamatan dari Kristus,  tidak dapat di rebut oleh apapun dan siapapun juga.

 

Yohanes 10:28-29

(28) Dan Aku memberikan hidup kekal kepada mereka, dan mereka sekali-kali tidak akan binasa sampai selamanya! Dan tidak ada seorang pun akan merampas mereka dari tangan-Ku.

(29) Bapa-Ku yang memberikannya kepada-Ku lebih besar daripada segalanya, dan seorang pun tidak dapat merampasnya dari tangan Bapa-Ku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *