Renungan Kemerdekaan

Tanggal 17 Agustus 2014 tahun ini bangsa Indonesia memperingati hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-69. 17 Agustus 1945 adalah momen yang tidak akan pernah dilupakan karena merupakan momen yang sangat bersejarah bagi semua Bangsa Indonesia yaitu “Merdeka”. Bangsa Indonesia telah bebas dari belenggu cengkeraman penjajah.

Belanda pernah menjajah Indonesia selama 3,5 abad yaitu dari awal abad 17 hingga pertengahan abad ke-20. Selama 350 tahun Belanda telah menguasai dan mengambil harta kekayaan bangsa Indonesia. Selama masa penjajahan itu bangsa kita jadi miskin, teraniaya, tertindas dan kehilangan hak atas kedaulatan sebagai sebuah negara. Tetapi kita bersyukur atas anugerah Tuhan dan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya sehingga akhirnya bangsa Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sebagai bangsa kita diingatkan untuk mensyukuri atas kemerdekaan yang sudah kita alami selama 69 tahun ini. Pertanyaannya sekarang adalah: “Apakah bangsa Indonesia sudah sungguh-sungguh merdeka ?”  Mungkin secara fisik kita sudah tidak lagi dijajah oleh bangsa asing, namun secara ekonomi dan beberapa bidang lainnya kita masih tergantung kepada bangsa asing. Bila demikian, bukankah kita belum sungguh-sungguh merdeka?

Sebagai orang percaya kita diingatkan bahwa dahulu juga hidup di bawah cengkeraman atau penjajahan dosa. Kita jadi miskin, tertindas dan tidak punya hak atas hidup kita sendiri. Tetapi syukur, atas anugerah Tuhan Yesus kita telah dimerdekakan dibebaskan dari dosa. Segala kutuk dosa kita sudah ditanggung dan diselesaikan oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib. Sekarang kita sudah MERDEKA.

OLEH KASIH KARUNIA TUHAN YESUS YANG MATI DI GOLGOTA,SEMUA MANUSIA BERDOSA YANG PERCAYA PADANYA DIAMPUNI DAN DISELAMATKAN

Pertanyaannya sekarang adalah: “Sudahkah kita sungguh-sungguh merdeka ?” Mungkin kita bisa berkata: “Ya, saya sudah merdeka!” Saya sudah dibebaskan dari dosa oleh Tuhan Yesus Kristus. Saya sudah menerima anugerah kasih karunia. Puji Tuhan, kita memang sudah merdeka!

Namun sayangnya, tanpa disadari banyak orang Kristen indonesia masih dikuasai oleh pemahaman yang salah. Salah satu buktinya adalah selama berabad-abad kita tidak mengenal siapa nama Bapa kita sesungguhnya. Kita sering mengaku sebagai anak Bapa tetapi tidak tahu siapa nama Bapanya sendiri. Bukan rahasia lagi bahwa selama ini banyak orang Kristen menganggap bahwa nama Bapanya itu adalah “Allah”.  Padahal kita tahu bahwa “Allah” bukan nama Tuhan orang Kristen. Mengapa kita harus ngotot dan mengaku-ngaku bahwa nama tersebut adalah Nama Bapa kita?

INI INDONESIA BUKAN BELANDA !!!

Karena 350 tahun berkuasa di Indonesia maka banyak orang Indonesia sudah mengakui Belanda adalah tuannya, tidak mempersoalkan lagi eksistensi belanda di Indonesia. Karena dengan Belanda mereka bisa bekerja berkeluarga dan hidup normal .

The Name of Christian’s God is Yahweh not Allah.

Sudah waktunya kita tinggalkan dan kembalikan nama tersebut kepada yang berhak memilikinya.

Marilah kita kembali kepada Bapa kita sendiri yaitu YHWH (Yahweh).

Negara Asli kita Indonesia bukan Belanda, Penguasa kita menurut Alkitab asli adalah Yahweh bukan Allah (note : di kitab asli Perjanjian Lama tertulis lebih dari 6823 kali nama YHWH Yahweh dan tidak satu kalipun ada nama Allah)

350 tahun Orang Indonesia dikuasai belanda itu waktu yang sangat lama, sehingga banyak orang Indonesia sudah menganggap bahwa Belanda adalah Tuannya Bapanya dan segala-galanya.

Lebih dari 350 tahun Kristen Indonesia dikuasai dengan kata “Allah” itu waktu yang sangat lama, sehingga banyak orang Indonesia sudah menganggap Allah adalah Tuhannya, Bapanya dan segala-galanya.

Bila sebuah mobil ASLI Mercedes, setirnya diganti merk lain dan simbol lain maka nilai mobil itu akan jatuh.

Bila sebuah kitab suci ASLI Alkitab, Nama Tuhan aslinya disana adalah YHWH diganti nama Tuhan lain yaitu Allah maka Anda bisa menilai bagaimana keadaannya.

YHWH jika diganti dengan Yahweh atau Yahuwa atau Jehovah masih merujuk pada PRIBADI yang sama. Tapi bila orang Kristen mengganti YHWH dengan kata Allah itu sudah merujuk pada SESEMBAHAN LAIN, Nama Tuhan Orang Lain.

Mercedes jika disebut Mercy masih merujuk pada Merk Mobil yang sama. Tapi bila orang Kristen menggantinya dengan sebutan Mitsubishi maka sudah merujuk pada MERK MOBIL LAIN dari Negara Lain

Tas Asli HERMES (baca: Herme, Merk tas wanita dengan harga jual mencapai 1 M) bila kain pengikatnya diganti kain merk lain akan jatuh nilai tas itu.

Kitab suci Alkitab , Nama Tuhan aslinya YHWH (baca: Yahweh) bila diganti dengan nama Allah, maka akan dipertanyakan nilai keaslian kitab suci itu.

Hal ini sudah terjadi lebih dari 350 tahun di kekristenan Indonesia.

INDONESIA SUDAH MERDEKA dan tidak lagi menyembah pemimpin negara  lain.

Saatnya KEKRISTENAN INDONESIA harus MERDEKA dari pemyembahan pada ALLAH seperti Kristen Malaysia dan Kristen Brunei Darusalam.

MERDEKA !!!

Note: Bila di tahun 1945 ada orang Indonesia yang bertanya pada temannya yang cinta belanda , maka akan dapat jawaban :  sebetulnya tidak ada masalah dengan belanda. Yang salah adalah para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Bila setelah membaca Renungan Kemerdekaan ini Anda bertanya pada hamba Tuhan yang cinta Allah , maka akan dapat jawaban :  sebetulnya tidak ada masalah dengan Allah. Yang salah adalah Hamba Tuhan yg menolak Allah. Apakah itu jawaban yg benar?

Bila Anda ingin mendapat info lanjutan Browsing ke Youtube Search : Renungan Abadi.

 

Ps.Dr.Yusak Hadisiswantoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *