Seruan Bagi Orang Kristen untuk Mawas Diri

Alkitab berbahasa Indonesia (Melayu) pada mulanya diterjemahkan oleh para penginjil dari Eropa yang dibantu salah satunya oleh seorang sastrawan muslim lokal yang ulung bernama Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (lihat Google). YHS memiliki Alkitab tahun 1934. Karena penerjemahan ke bahasa Indonesia Melayu dibantu oleh orang lokal yang beragama muslim, tak heran bila Alkitab berbahasa Indonesia pada waktu itu kental dan sarat dengan nuansa Islam.

Di Alkitab tahun 1934 ada kata :

ALLAH, KABAH, MESJID dan Assalamualaekum (semua identik dengan Arab dan Islam).

Kata-kata tersebut muncul misalnya dalam Injil Markus 1:39. Di dalam versi Alkitab Terjemahan Baru tertulis demikian: “Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.” Sedangkan di dalam Alkitab tahun 1934 berbunyi: “Maka Toehan mengadjar dalem mesdjidnja disaloeroh tanah Galilea, serta memboewang setan-setan.”

Contoh lain dapat ditemukan di :

Yohanes 20:21 (TB) : “Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”. Sedangkan di dalam terjemahan 1934 tertulis: “Maka kembali Jesoes berkata sama dia-orang: Assalamualaikoem! Sebagaimana Bapa soedah mengoetoes akoe, bagitoe djoega akoe menjoeroehken kamoe”.

Matius 27:51 (TB) : “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,”. Di dalam Alkitab 1934 disebutkan : “Maka heiran, klamboe di kabah terbelah doewa, dan boemi bergempa dan goenoeng-goenoeng batoe terbelah-belah.”

Yohanes 7 : 14 (TB) : “Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ.” Di dalam Alkitab 1934 disebutkan : “Tetapi kapan pertengahan itoe hari besar, masoek Jesoes dalem kabah, serta mengadjar.”

Yohanes 3 : 16 (TB) : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Di dalam Alkitab 1934 disebutkan : “Karna bagitoe Allah tjinta sama doenia, sampe Dia kasih Anaknja jang toenggal, sopaja masing-masing orang, jang pertjaja sama Dia djangan binasa, melainken mendapet hidoep jang kekel.”

Dengan berjalannya waktu, Alkitab mengalami revisi dan perubahan penerjemahan.

Bersyukur semua istilah pinjaman atribut Islam diatas sudah diperbaiki dan disempurnakan di terjemahan Alkitab berikutnya, kecuali nama ALLAH, yang merupakan nama Tuhannya orang Islam saja yang masih ada di Kekristenan Indonesia.

Kita juga bersyukur karena Orang Islam di negeri ini punya toleransi yang besar, tidak seperti negara Malaysia dan Brunei yang sekarang sudah melarang semua orang Kristen di negara mereka memakai nama ALLAH.

Sebegitu menyedihkankah keberadaan umat Kristen di Indonesia, sehingga bila umat beragama lainnya menyembah Tuhan dengan nama Tuhannya masing-masing, sedangkan umat Kristen tidak mengenal nama Tuhannya dan terus menyembah nama Tuhannya umat Muslim? Alquran asli berbahasa Arab, dan nama Tuhan di sana adalah ALLAH. Lalu, apakah Tuhan pencipta alam semesta di Kristen tidak punya Nama?

Tulisan ini adalah sebuah SERUAN bagi jemaat Tuhan UNTUK MAWAS DIRI.

Didalam kitab Perjanjian Lama asli berbahasa Ibrani, siapakah nama Tuhan yg tertera disana?

Banyak orang Kristen yang tidak menyebutnya dan tidak mengenalnya. Bahkan jika ada yang mengetahui dan menyebut nama Tuhan yang sesungguhnya itu malah dianggap salah. Sementara yang menyebut nama Allah yang tidak tertera di dalam Alkitab Bahasa Aslinya malah dianggap KRISTEN yang benar.

MARI KITA RENUNGKAN…

Nama Tuhan yang disebut Allah dalam terjemahan LAI sekarang ini bukanlah nama Tuhan dari bahasa asli Alkitab. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, nama tersebut muncul karena proses penerjemahan yang dilakukan oleh missionaris barat tersebut didampingi oleh sastrawan (ahli bahasa) melayu yang beragama Islam. Seandainya pada waktu itu yang membantu menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Indonesia adalah seorang sastrawan Tionghoa yang beragama Budha, maka jemaat Tuhan bisa menerka akan bernama siapakah pencipta alam semesta yang akan ditulis di Alkitab orang Kristen Indonesia. Sebab tampaknya, para penerjemah Alkitab kedalam bahasa Indonesia telah mengabaikan nama Tuhan dari sumber kitab aslinya, dan orang Kristen percaya begitu saja dengan hasil terjemahan salah tersebut.

Di Kitab Perjanjian Lama, Nama asli Tuhan ditulis sebanyak 6823 kali (sumber : Ryrie Study Bible KJV). Namun ketika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia nama tersebut tidak muncul sama sekali, bahkan hanya sekali saja muncul di bagian akhir Alkitab, yaitu di kamus halaman belakang dari Alkitab.

MENGAPA DEMIKIAN ?

Mari kita lihat pertanyaan yang sering muncul berikut ini :

  1. Bagi umat Yahudi, Nama asli Tuhan adalah Nama MAHA KUDUS, dan umat Yahudi harus mengganti nama asli Tuhan dengan sebutan lain. Sehingga akhirnya banyak orang Kristen yang meniru orang Yahudi dengan tidak mau menyebut nama asli Tuhan. Apakah hal ini benar?

JAWABAN:

*  1 Tawarikh 16 : 8 (ILT)

“Bersyukurlah kepada YAHWEH, PANGGILLAH NAMA-NYA, beritahukanlah perbuatan-perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.”

ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Bapa sendirilah yang menginginkan namaNya disebut dan dipanggil.

* Bila orang Kristen tidak mau menyebut Nama Penciptanya karena alasan Nama itu terlalu Kudus, mengapa orang Kristen berani menyebut Nama Yesus? Bukankah Nama Yesus juga Nama yang Kudus?

*  Nama Yesus adalah Nama diatas segala nama (Filipi 2 : 9), dan orang Kristen berani menyebut namaNya dengan sangat karib. Maka sudah seharusnya orang Kristen juga berani dan karib saat menyebut nama asli Bapa di surga.

* Yesus mengajarkan : “Bapa kami di surga, dikuduskan kiranya NamaMu” (Hallowed be Your Name, dan bukan Hidden be Your name / disembunyikanlah kiranya NamaMu).

 

  1. Mengapa kita menyembah nama Tuhannya orang Yahudi

JAWABAN:

*  Yoh 4:22 “Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang telah kami kenal, karena keselamatan itu berasal dari orang-orang Yahudi.”

Karena memang akar keselamatan kita datang dari bangsa Yahudi, dan didalam Perjanjian Lama, Tuhan sendiri-lah yang telah memperkenalkan NamaNya.

 

  1. Mengapa Orang Kristen harus menyebut Nama Bapa? Sedangkan Yesus sendiri hanya memanggilNya Bapa?

JAWABAN:

*  Yoh 17 : 6 “Aku telah menyatakan Nama-Mu…. (KetikaYesus mengatakan hal ini, Yesus pasti tidak berdusta). Yesus juga mengutip perjanjian lama (Ulangan 6:5) yang aslinya berbahasa Ibrani, dan tercatat dalam Matius 22 : 37 (ILT), “Dan YESHUA berkata kepadanya, “Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu..”

 

  1. Sebagian orang berkata, apakah orang Kristen yang menyebut Nama Tuhan dari Alkitab asli nantinya akan lebih Yahudi dari orang Yahudi asli?

JAWABAN:

Dengan asumsi yang sama, apakah berarti Orang Kristen yang memilih meminjam nama Allah Tuhan orang Islam, adalah kearab-araban?

Masalahnya adalah bukan menjadi ke yahudi-yahudian atau ke arab-araban tapi marilah kita kembali kepada kebenaran yang tertulis di Alkitab.

*  Yesaya 64 : 8 “Namun sekarang, ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami, kami adalah tanah liat, dan Engkaulah Penjunan kami, dan kami semua adalah karya tangan-Mu.”

 

Ada orang yang bertanya apakah gereja YHS sekarang fokus pada Nama YAHWEH dan meninggalkan Yesus? Jawaban kami adalah TIDAK!

Gereja YHS tetap fokus pada pemberitaan Nama Yesus Kristus atau Yeshua HaMashiakh. Namun kami juga memiliki kerinduan dan tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran sejati bahwa Nama Bapa di Surga yang sebenarnya adalah YHWH/ YAHWEH/ YEHOVAH/ YAHUWAH.

Setelah mengoreksi kesalahan pemahaman dan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Indonesia, khususnya tentang nama Bapa, dan kita sudah mengenal dan memahami bahwa YAHWEH adalah Nama Bapa kita di Sorga; Gereja YHS tetap FOKUS pada pemberitaan Injil Kasih Karunia dari Bapa melalui Yesus Kristus Tuhan kita.

 

“Changing Lives Through Jesus’ Love”

(mengubahkan jiwa-jiwa melalui kasih Yesus)

 

Yeshua HaMashiakh Bless You.

 

NOTE :

Jika para hamba Tuhan yang terkasih masih juga menganggap bahwa kata ALLAH yang dipakai selama ini bukan nama diri tetapi hanya sekedar sebutan saja; lalu bagaimana dengan ayat-ayat yang tertera dibawah ini

Ayat-ayat tersebut jelas menyatakan nama Tuhan yang sebenarnya dalam bahasa Asli adalah YAHWEH dan oleh LAI diganti dengan nama ALLAH .

Jadi di Alkitab LAI kata ALLAH  itu bukan sekedar sebutan tetapi NAMA TUHAN orang Kristen Indonesia. Sehingga bila kita bertanya pada anggota jemaat, Siapakah nama Bapa di Surga? Pada umumnya mereka akan jawab ALLAH. Siapakah pencipta langit bumi laut dan segala isinya? Mereka juga menjawab ALLAH.

Padahal kita para hamba Tuhan selalu mengajarkan kepada jemaat bahwa Tuhan kita dengan Tuhan umat muslim itu berbeda, lalu apa bedanya? Kasihan sekali anggota jemaat bila tidak tahu PERBEDAANNYA ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *