TIGA PILAR GEREJA YESUS HIDUP SEJATI

            Kokohnya sebuah bangunan ditentukan oleh beberapa hal, diantaranya bangunan tersebut harus memiliki dasar (fondasi) yang kuat serta pilar yang kokoh, yang berfungsi sebagai penopang bangunan tersebut.Gereja YHS dibangun di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Korintus 3:11).

 

Selain memiliki dasar yang kokoh, Gereja YHS juga ditopang oleh pilar yaitu pengajaran yang kuat. Apakah pilar yang menopang Gereja YHS? Melalui buku ini akan dibahas Tiga Pilar Gereja YHS, yaitu:

 

PILAR KE-1

Our Heavenly Father Is YAHWEH

NAMA BAPA DI SORGA ADALAH YAHWEH

Beberapa tahun terakhir kekristenan Indonesia dihebohkan tentang kontroversi nama YAHWEH dan Allah. Sebagian besar beranggapan bahwa orang Kristen tidak masalah menggunakan dan menyebut nama Allah, namun sebagian orang lagi sudah menyebut nama YAHWEH. Tetapi yang disayangkan adalah ada golongan lain yang mengatakan bahwa mereka yang memakai nama YAHWEH adalah sekte atau bidat yang menyimpang dari kebenaran firman Tuhan.

 

Oleh karena itu Gereja YHS mendeklarasikan bahwa nama Bapa di Surga adalah “YAHWEH” dan bukan “Allah” mengapa gereja YHS berani mendeklarasikan bahwa nama Bapa di Surga adalah YAHWEH. Sebab dalam kitab suci dalam terjemahan aslinya sangat jelas menuliskan bahwa nama Bapa di Surga adalah YAHWEH.

 

Oleh karena itu melalui buku ini Gereja YHS memberikan penjelasan sesuai dengan apa yang sudah dituliskan dalam Kitab Suci (back to bible). Sebab pemberitaan tentang Injil sejati adalah pemberitaan yang bersumber dari apa yang sudah tertulis dalam Kitab Suci, oleh karena itu biarlah firman Tuhan menafsirkan dirinya sendiri.

 

YAHWEH, The Personal Name

Keluaran 3:1-22. Kalau saudara membaca ayat ini maka saudara dapat melihat sebuah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah manusia, bagaimana Tuhan memperkenalkan nama-Nya dan pribadi-Nya kepada manusia melalui Musa. Peristiwa ini adalah peristiwa bagaimana Tuhan ingin memakai Musa untuk mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir dari tanah perbudakan. Namun yang paling penting bukanlah proses bagaimana Musa mengeluarkan bangsa Israel, tetapi bagi Musa yang paling penting adalah siapakah yang memilih dan menyuruh Musa untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir.

 

Dengan rasa penarasan itulah Musa berkata “Mah Shemo?” (siapakah nama-Nya). Musa bertanya siapa nama yang berbicara kepada Musa itu. Penggunaan kata “Mah” dalam tata bahasa Ibrani, bukan hanya bermaksud menanyakan nama secara literal namun lebih kepada pertanyaan bahwa Siapa Pribadi dibalik Nama itu?

 

Ketika Musa bertanya “Mah Shemo” maka Tuhan menjawab “Ehyeh Asyer Ehyeh” yang artinya “AKU ADA YANG AKU ADA” beberapa ahli Theologia menafsirkan bahwa makna dari kata ini Tuhan sedang menyatakan bahwa yang berbicara kepada Musa adalah Tuhan yang nyata, yang berkuasa, yang menciptakan langit dan bumi dansegala sesuatunya, yang lebih besar dan lebih tinggi dari semua berhala-berhala (patung-patung) yang ada di dunia.

 

Tetapi Tuhan tidak hanya menyatakan kuasa atau pribadi-Nya, tetapi Tuhan memperkenalkan nama-Nya kepada musa (The Personal Name).

 

Keluaran 3:15

(15) “YAHWEH Elohe avotekem, Elohe Avraham we Elohe Yishaq we Elohe Yaaqov,shelakhmi aleikem, ze shemi le olam we ze zikri le dor dor”

 

(Terjemahan: Elohim berfirman lagi kepada Musa, “Katakan demikian kepada bani Israel: YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub, telah mengutus aku kepadamu. Itulah Nama-Ku untuk selama-lamanya dan seperti itulah aku diingat di semua generasi turun temurun.”)

 

Keluaran 3:13-15, memperlihatkan kepada kita bagaimana Tuhan yang berkuasa. Dia yang menciptakan langit dan bumi. Tuhan yang lebih berkuasa dari pada segala berhala dan ilah-ilah di dunia ini. Dia adalah YAHWEH yang juga disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Bahkan firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa nama YAHWEH akan menjadi pengingat orang percaya untuk selama-lamanya.

 

Nama Bukan Gelar.

Pada umumnya Kristenan memiliki pemahaman dan pandangan bahwa Allah itu hanyalah sebuah gelar saja, tetapi kebenaran mengatakan bahwa Allah bukan gelar tetapi nama pribadi (Personal Name)

 

Allah bukanlah sebuah gelar tetapi personal name, sebab itu orang Muslim mengatakan “la Ilaha Illallah” artinya tiada Tuhan selain Allah. Dituliskan dalam Al-Quran (QS. Al-Jatsiyah 45:22 “Wa khadaq Allah as-samawati wa al-ardh” artinya “Allah adalah pencipta langit dan bumi”

 

Saudara tidak dapat menyamakan GELAR dan NAMA PRIBADI, sebab gelar digunakan hanya untuk merujuk kepada satu pribadi atau menyatakan siapa pribadi dibalik gelar itu seperti contoh. Dr. Victor, maka gelar yang ada di depan nama orang tersebut menyatakan kalau Victor adalah seorang dokter. Jadi orang bisa memanggil gelarnya, contohnya saat Dr. Victor berada di rumah sakit, semua orang akan menyapanya dengan sebutan atau gelar “pagi pak dokter” tetapi namanya adalah Victor bukan dokter. Oleh karena itu GELAR dan NAMA adalah dua hal yang berbeda dan tidak bisa disamakan artinya.

 

Sejak Kapan Manusia Memanggil Nama YAHWEH?

Nama YAHWEH bukanlah sebuah nama yang baru atau sebuah doktrin agama yang baru atau sebuah gerakan baru. Sebab kalau kita kembali kepada teks asli dari Kitab Suci maka kita akan melihat bahwa keturunan Adam (generasi manusia pertama) sudah menyebut nama YAHWEH, sebagai Tuhan pencipta langit dan bumi yang berkuasa atas segala sesuatunya.

 

Kejadian 4:26 “Bagi Set, lahirlah juga seorang anak laki-laki yang diberi nama Enos. Sejak saat itu orang mulai memanggil Nama YAHWEH.

 

Kalau kita melihat bahwa YAHWEH adalah Nama Tuhan dan nama YAHWEH sudah disembah sejak masa peradaban manusia pertama. Bahkan firman Tuhan mencatat Abraham, Ishak dan Yakub menyembah YAHWEH.Ini membuktikan bahwa dari generasi pertama manusia sudah menyembah YAHWEH, bahkan hal ituterus berlangsung dari keturunan kepada keturunan selanjutnya. Sebab firman Tuhan menuliskan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub juga menyembah YAHWEH.

 

Bahkan kita percaya sampai kepada generasi Musa, nama YAHWEH tetap disembah sebagai Tuhan. Hal itu dibuktikan waktu YAHWEH berbicara kepada Musa. Sebelum YAHWEH berbicara kepada Musa, dia sedang berada pada masa pelarian sebab Musa telah membunuh orang Mesir. Sehingga Musa menjadi takut dan kuatir, sehingga dia harus lari dan pergi menjauh.

 

Tetapi pada waktu YAHWEH memperkenalkan namanya kepada Musa, bahwa YAHWEH akan memakai Musa untuk membebaskan/mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir, keraguan musa dan ketakutan musa hilang, bahkan dalam diri Musa muncul sebuah keberanian untuk berhadapan dengan Firaun. Itu adalah gambaran bahwa sesungguhnya Musa sudah mengetahui tentang YAHWEH, sehingga saat suara yang berbicara kepadanya memperkenalkan diri-Nya sebagai YAHWEH, Musa langsung PERCAYA dan TAAT.

 

Mengapa Bangsa Israel Tidak Mau Menyebut Nama YAHWEH?

Ada banyak penafsiran dan pandangan yang mengatakan alasan-alasan mengapa bangsa Israel tidak menyebut nama YAHWEH. Oleh karena itu baiklah kita melihat beberapa pandangan-pandangan yang ada.

 

  • YAHWEH adalah nama yang kudus.

Keluaran 20:7 “Jangan menyebut Nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan; karena YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut Nama-Nya untuk kesia-siaan.”

 

Ayat ini bukan berbicara bahwa bangsa Israel tidak boleh menyebut atau mengucapkan nama YAHWEH, tetapi yang dimaksud menyebut untuk kesia-siaan adalah memakai nama YAHWEH untuk menghujat, menista, bersumpah, berbohong dan mengutuk. Sebab saat mereka memakai nama YAHWEH untuk kesia-siaan maka hukumannya adalah mati.

 

Tetapi bangsa Israel menganggap bahwa hukum yang pertama berbicara tidak boleh menyebut nama YAHWEH. Pemahaman inilah yang membuat bangsa Israel pada waktu itu tidak mau menyebut nama YAHWEH, sehingga ketika menemukan nama YAHWEH, mereka menggantinya dengan kata Adonai atau Ha Shem (Nama itu)

 

Bangsa Israel atau orang Yahudi bukan tidak tahu atautidak mengenal nama YAHWEH, mereka tahu dan kenal nama itu tetapi bangsa Israel hanya tidak mau menyebutkan nama YAHWEH. Sebab mereka memiliki pemahaman bahwa nama itu nama Kudus yang tidak boleh diucapkan atau disebutkan oleh mereka.

 

  • Pembuangan ke Babel.

Pada masa kepemimpinan Nebukadnesar, Babel mengalahkan Israel bahkan menghancurkan Bait Suci yang dibangun oleh Salomo. Dengan kekalahan yang besar, maka bangsa Israel menjadi tawanan dan budak di Babel, mereka juga mengalami masa kesuraman dalam hal beribadah. Mereka harus tunduk pada Babel sebagai penguasa pada waktu itu dan harus mematuhi aturan yang telah dibuat oleh bangsa Babel, yaitu seluruh bangsa Israel tidak boleh beribadah dan memanggil nama Tuhan mereka (YAHWEH), tetapi mereka harus sujud dan menyembah kepada berhala-berhala yang disembah oleh bangsa Babel pada waktu itu. (kemungkinan ini salah satu penyebab kenapa kekristenan mula-mula memakai kata Allah, sebab sudah terkontaminasi dengan kondisi atau budaya kafir pada waktu itu)

 

Selama 70 tahun bangsa Israel tidak beribadah kepada YAHWEH dan selama itu juga satu generasi hilang, bahkan generasi yang keluar dari pembuangan di Babel, mereka tidak mau menyebut nama YAHWEH, sebab mereka merasa dirinya telah berdosa dan tidak layak untuk menyebut nama YAHWEH.

 

Dari kedua pembahasan ini maka kita dapat menyimpulkan bahwa mengapa bangsa Israel tidak mau menyebut nama YAHWEH, jawabannya adalah karena adanya pemahaman yang berkata nama YAHWEH adalah nama yang kudus yang tidak boleh disebutkan dan adanya peristiwa pembuangan di Babel yang menjadi masa kekelaman dalam ibadah bagi bangsa Israel, di mana kurun waktu 70 tahun mereka tidak beribadah kepada YAHWEH tetapi kepada dewa-dewa Babel.

 

Apakah Benar Nama YAHWEH Adalah Nama Yang Tidak Boleh Diucapkan?

Zephanya 3:9Namun sesudah itu, Aku akanmemberikan bibir yang bersih kepadabangsa-bangsa, supaya merekasemua memanggil NamaYAHWEH dan sepakat melayaniDia bahu-membahu.

 

Mazmur 103:1-2

(1) Pujilah YAHWEH, hai jiwaku, dan segenap batinku, pujilah Nama-Nya yang kudus!

(2) Pujilah YAHWEH, hai jiwaku, dan janganlah melupakan segala kebaikan-Nya.

 

1 Tawarikh 16:8-10

(8)Bersyukurlah kepada YAHWEH,panggillah Nama-Nya,beritahukanlahperbuatan-perbuatan-Nyadi antara bangsa-bangsa.

(9)Bernyanyilah bagi Dia,nyanyikanlah mazmurbagi-Nya,ceritakanlah segalaperbuatan-Nya yang ajaib.

(10)Bermegahlah di dalamNama-Nya yang kudus;biarlah hati merekayang mencari YAHWEHbersukacita.

 

 

Jelas sekali bahwa Firman Tuhan sudah memberikan kita bibir yang bersih agar kita dapat memanggil nama YAHWEH, memuji dan bersorak demi nama YAHWEH dan menceritakan perbuatan-perbuatan YAHWEH yang ajaib kepada semua orang (artinya kebenaran tentang nama Bapa YAHWEH harus kita sampaikan).

 

Mengapa Kekristenan Indonesia Tidak Mengenal Nama YAHWEH?

Kekristenan Indonesia tidak mengenal nama YAHWEH karena adanya penerjemahan Kitab Suci yang keliru mengenai nama Bapa di Surga.

 

Kitab Suci Kristen dari sejak awal telah mengalami perubahan akibat proses penerjemahan, di mana proses penerjemah mula-mula ke dalam bahasa Indonesia (Melayu) yang diterjemahkan oleh penginjil dari Eropa dan dibantu oleh sastrawan Muslim lokal yang bernama Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (lihat Google).

 

Adapun Kitab Suci tahun 1934 pernah beredar di Indonesia. Pada waktu itu, penerjemahan ke bahasa Indonesia (Melayu) dibantu oleh orang lokal yang beragama Muslim, jadi tidak heran bila Kitab Suci berbahasa Indonesia saat itu terpengaruh dengan nuansa Islam. Seperti contoh “Allah”, “Kabah”, “Masjid” dan “Assalamualaekum”. Semua identik dengan istilah Arab dan Islam.

 

Kata-kata tersebut muncul misalnya dalam Injil:

(ITB)Markus 1:39 “Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.”

(Kitab Suci 1934)Markus 1:39 “Maka Toehan mengadjar dalem mesdjidnja disaloeroh tanah Galilea, serta memboewang setan-setan.”

 

(ITB)Yohanes 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”

(Kitab Suci 1934) Yohanes 20:21 “Maka kembali Jesoes berkata sama dia-orang: Assalamualaikoem! Sebagaimana Bapa soedah mengoetoes akoe, bagitoe djoega akoe menjoeroehken kamoe”.

 

(ITB)Matius 27:51 “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,”

(Kitab Suci 1934)Matius 27:51“Maka heiran, klamboe di kabah terbelah doewa, dan boemi bergempa dan goenoeng-goenoeng batoe terbelah-belah.”

 

(ITB)Yohanes 3:16“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

(Kitab Suci 1934) Yohanes 3:16“Karna bagitoe Allah tjinta sama doenia, sampe Dia kasih Anaknja jang toenggal, sopaja masingmasing orang, jang pertjaja sama Dia djangan binasa, melainken mendapet hidoep jang kekal.”

 

Seiring berjalannya waktu istilah-istilah yang “yang bernuansa Muslim” tidak digunakan lagi seperti :

  • mesdjidnja (masjid sudah di ganti dengan rumah-rumah ibadah)
  • Assalamualaikoem! (sudah diganti dengan damai sejahtera)
  • Kabah (sudah diganti dengan Bait Suci)

Tetapi ada satu yang sampai sekarang tidak dikembalikan atau tidak mengalami perubahan yaitu nama Allah dan itu dianggap suatu kebenaran oleh Kristen pada umumnya.

 

Kekristenan Indonesia bukanya tidak mengenal nama YAHWEH, sebab disekolah Theologia pasti mereka akan menemukan bahwa nama Bapa di Surga adalah YAHWEH. Tetapi kebenaran ini disimpan oleh kebanyakan hamba Tuhan, dengan berbagai macam alasan. Ditambah lagi dengan adanya terjemahan Kitab Suci yang tetap mempertahankan nama Allah sebagai sebuah kebenaran.

 

Tetapi kalau saudara masih kurang yakin mengenai nama Bapa YAHWEH, saudara dapat melihat dihalaman belakang Kitab Suci Kristen (kamus), disitu dengan jelas dikatakan bahwa TUHAN salinan dari nama Allah Israel yaitu YAHWEH (Keluaran 2:14). Bahkan kalau saudara mau kembali pada teks asli dari Kitab Suci, maka tidak ada satupun nama Allah yang tertulis di dalamnya, tetapi yang ada hanyalah nama YAHWEH.

 

Mengapa Kekristenan Pada Umumnya Menolak Nama YAHWEH?

Kekristenan pada umumnya, sebenarnya tidak menolak nama YAHWEH, cuman ada oknum-oknum yang membuat sebuah pernyataan bahwa memakai nama Allah dan YAHWEH bukanlah sebuah masalah yang serius. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa mereka yang memakai nama YAHWEH adalah penyimpangan dari firman Tuhan, dan masih banyak lagi pernyataan-pernyataan yang akhirnya menjadi benteng yang besar bagi kekristenan dunia, khusus di Indonesia untuk menerima nama Bapa YAHWEH. Sehingga kebenaran mengenai nama YAHWEH tidak tersampaikan kepada kekristenan dunia dan khususnya di Indonesia.

 

Penggunaan nama adalah sebuah hal yang serius, coba saja saudara mengganti nama presiden dengan nama orang lain disebuah surat resmi kenegaraan, maka pasti akibatnya sangatlah fatal. Dulu memang kekristenan Indonesia tidak memakai nama YAHWEH, karena kebenaran ini belum dibukakan, namun sekarang melalui buku ini kebenaran itu sudah disingkapkan bagi kekristenan Indonesia, oleh karena itu biarlah kita sebagai orang percaya tidak memanggil Tuhan orang lain, sebab kekristenan punya Tuhan sendiri dan nama-Nya adalah YAHWEH.

 

Panggillah Nama YAHWEH Bukan Yang Lain.

Bagi beberapa orang ada yang mengatakan sudahlah untuk apa memakai nama YAHWEH, memakai nama yang lainpun juga tidak apa-apa,karena Tuhan melihat hati bukan melihat perkataan dan Tuhan mengerti hati kita. Kekristenan pada umumnya sering kali memakai alasan itu, karena mereka tidak mau memakai nama YAHWEH. namun firman Tuhan juga berkata apa yang keluar dari mulut itu timbul dari hati.

 

Matius 15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut, ia timbul dari hati, dan itulah yang menajiskan orang.

 

Mungkin dulu kita memanggil nama yang salah, karena kita belum tahu akan kebenaran nama Bapa YAHWEH, tetapi setelah kita sudah tahu kebenaran apakah kita masihtetap memanggil nama yang salah itu!!!

 

Seperti contoh:Saudara memiliki seorang anak, waktu anak saudara masih kecil belum tahu apa-apa, maka anak tersebut kadang memanggil saudara dengan berbagai macam sebutan, tetapi ketika dia mulai beranjak besar dia sudah tahu nama bapaknya adalah Indra, maka anak tersebut akan memanggil nama Indra sebagai bapaknya. Tetapi sesuatu yang aneh adalah ketika anak saudara sudah bertumbuh besar dan mengetahuibahwa Indra adalah bapaknya, tetapi anak tersebut memanggil nama Budi setiap hari, bahkan kalau ditanya siapa nama bapak kamu, anak tersebut berkata Budi, sedangkan Budi adalah tetangga sebelah rumah!!! Apakah itu sesuatu yang baik? Atau apakah saudara akan membiarkan hal itu? Atau apakah Indra mengusir anak tersebut? Maka jawabannya adalah pasti Indra akan menegur anak itu, memberikan penjelasan dengan kasih, bahwa nama bapaknya adalah Indra bukan Budi, dan pastinya Indra sebagai bapak tidak akan mengusir anaknya!!!.

 

Ilustrasi yang di atas adalah gambaran kekristenan sekarang ini, khususnya Kristen Indonesia, mereka sudah mengetahui nama Bapa YAHWEH, tetap tetap memanggil nama yang lain. Bapa YAHWEH tidak akan menghukum saudara karena memanggil nama yang lain, tetapi kalau saudara anak Bapa YAHWEH maka saudara pasti akan mengerti apa hati Bapa YAHWEH.

 

Yesaya 42:8  Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.

 

Hati Bapa di Surga adalah bahwa anak-anak-Nya dapat memanggil nama Bapa di Surga dengan benar, yaitu Bapa YAHWEH.

 

Apakah Kita Yang Memakai Nama YAHWEH Lebih Yahudi Dari Pada Orang Yahudi?

Kekristenan pada umumnya sering kali melontarkan pernyataan sebagai suatu sindiran atau ejekan yang mengatakan bahwa mereka yang memakai nama YAHWEH adalah orang yang lebih Yahudi dari orang Yahudi, sebab orang Yahudi saja tidak berani menyebut nama YAHWEH. (Hal ini sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya mengenai mengapa orang Israel tidak mau menyebut nama YAHWEH.)

 

Menyebut dan memakai nama YAHWEH tidak membuat kita lebih Yahudi dari orang Yahudi. Kita memakai nama YAHWEH karena itu adalah sebuah kebenaran yang dituliskan dalam Kitab Suci. Dan kita yang sudah mengetahui kebenaran apakah kita hanya menutup mata bahkan tetap mengikuti sesuatu yang keliru yaitu memakai nama Tuhan orang lain?

 

Apakah saudara mau mengikuti kebenaran atau mengikuti hal yang salah, mungkin saudara berkata, untuk apa memakai nama YAHWEH, kalau mayoritas kekristenan Indonesia tetap memanggil nama Tuhan tetangga. Kita harus memiliki pemahaman bahwa terkadang mayoritas belum tentu itu benar.

 

Apakah Memakai Nama YAHWEH Membuat Kita Mengikuti Adat-Istiadat Yahudi?

Penggunaan nama Bapa YAHWEH tidak membuat kita menjadi orang Yahudi (harus mengikuti adat-istiadat Yahudi, aturan-aturanagama atau hukum Taurat, atau memakai atribut-atribut Yahudi, bahkan bersikap dan berpenampilan layaknya orang Yahudi).

 

Tetapi pemahaman akan nama Bapa YAHWEH adalah agar kekristenan dapat mengetahui dan mengenal bahwa nama Bapa di Surga adalah YAHWEH dan bukan yang lain.Sehingga kekristenan di Indonesia bahkan dunia bisa kembali kepada apa yang dituliskan di dalam Kitab Suci bahwa nama Bapa di Surga adalah YAHWEH.

 

Sekalipun kita memakai nama Bapa YAHWEH, tetapi kita tetap hidup di dalam Anugerah di dalam Yesus Kristus Tuhan. Perlu saudara pahami bahwa kita adalah orang Indonesia, memiliki budaya Indonesia, kita bukan orang Yahudi dan kita tidak perlu berperilaku atau berpenampilan seperti orang Yahudi.

 

Apakah Benar Dalam Perjanjian Baru Tidak Ada Nama YAHWEH

Pertanyaan yang sering kali muncul untuk menolak nama YAHWEH adalah kenapa nama YAHWEH tidak ada dalam Perjanjian Baru? Kenapa Yesus Kristus dan para Rasul tidak memberitakan tentang nama Bapa YAHWEH???

 

Perlu kita garis bawahi bahwa memang benar dalam Perjanjian Baru (PB)tidak ada nama YAHWEH yang tertulis, tetapi saudara hendaklah mengerti bahwa dalam seluru Perjanjian Baru ada begitu banyak nama YAHWEH yang tersirat.

 

Firman yang menjadi manusia di dalam Yesus Kristus

Yohanes 1:1 dan 14

(1) “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama Elohim, dan Firman itu adalah Elohim.”

(14) “Firman itu telah menjadi manusiadan berdiam di antara kita.Kita telah melihat kemuliaan-Nya,yaitu kemuliaan sebagai PutraTunggal Bapa, penuh anugerah dankebenaran.

 

Yohanes 5:43Aku datang dalam Nama Bapa-Ku tetapi kamu tidak menerima Aku. Jika orang lain datang dalam namanya sendiri, kamu menerimanya.

 

Yohanes 17:6, 11-12 dan 26

(6) Aku telah menyatakan Nama-Mu kepada orang-orang yang telah Engkau berikan kepada-Ku dari dunia ini. Mereka adalah milik-Mu, dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah memelihara firman-Mu.

(11) Aku tidak lagi berada dalam dunia, karena Aku datang kepada-Mu, tetapi mereka masih berada dalam dunia.

Bapa Yang Kudus, peliharalah mereka dalam Nama-Mu, yaitu Nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka dapat menjadi satu sama seperti Kita.

(12) Ketika Aku ada bersama mereka dalam dunia ini, Aku senantiasa memelihara mereka dalam Nama-Mu, yaitu Nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaganya dan tidak seorang pun dari antara mereka yang binasa, kecuali anak kebinasaan itu, supaya Kitab Suci dapat digenapi.

(26) Dan Aku telah memperkenalkan Nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan terus memperkenalkan-Nya, supaya kasih-Mu kepada-Ku ada di dalam mereka, dan Aku di dalam mereka.”

 

Mungkin saudara sudah sering kali membaca ayat-ayat ini dan mungkin pernah terlintas sebuah pertanyaan bahwa siapakah nama Bapa yang dimaksud Yesus dalam konteks ini!!! Yesus berkata bahwa Yesus datang dalam nama Bapa-Nya, jadi nama Yesus mengandung nama Bapa. Kalau kita kembali pada teks asli nama Yesus Kristus adalah YESHUA HaMashiakhyang artinya YAHWEH yang menyelamatkan.

 

Jadi Elohim menjadi manusia di dalam Yesus Kristus atau YESHUA HaMashiakhyang artinya YAHWEH yangmenyelamatkan. Jadi saat seseorang menyebut nama Yesus Kristus maka dia juga menyebut nama Bapa YAHWEH, Sebab YAHWEH dan Yesus Kristus adalah satu.

 

YAHWEH yang menyelamatkan di dalam Yesus Kristus

Di atas salib Yesus ada sebuah tulis yang dituliskan dalam tiga bahasa yaitu:

Yohanes 19:19-20

(19) Dan Pilatus pun menuliskansebuah plakat serta memasangnyadi atas salib itu. Tulisan itu adalah:YESUS Orang Nazareth, RajaOrang Yahudi.

(20) Banyak orangYahudi membaca plakat itu, karenatempat YESUS disalibkan ituberada di dekat kota. Plakat ituditulis dalam bahasa Ibrani, Yunani,dan Latin.

 

Bahasa Ibrani     : Yehsua HaNatsrim Wamelekh Hayehudin atau disingkat YHWH (YAHWEH)

Bahasa Yunani   : Lesous Ho Nazoraios Ho Basileus Ton Loudaion

Bahasa Latin       : Iesus Nazarenus Rex Iudaeorun (INDRI)

 

Adapun arti dari YHWH adalah:

Yod     : Tangan

He       : Lihatlah

Vav      : Paku

He       : Lihatlah

 

Arti YHWH adalah lihat tangan lihatlah pakunya. Tangan yang terpaku adalah Yesus Kristus. nama YAHWEH merujuk kepada Yesus Kristus atau YESHUA HaMashiakhyang artinya YAHWEH yang menyelamatkan.

 

Yohanes 20:27-28

(27)Lalu Dia berkata kepada Thomas,“Ulurkanlah jarimu ke sini dan perhatikanlahkedua tangan-Ku, ulurkanlahjuga tanganmu dan cucukkanlahke dalam lambung-Ku; janganmenjadi orang yang tidak percaya,tetapi percayalah!”

(28) Thomasmenjawab dan berkata kepada-Nya,“Tuhanku dan Elohim-ku.”

 

Jadi Yesus Kristus adalah YAHWEH itu sendiri yang menjadi penebus dan menghapus dosa dan pelanggaran kita. Yesaya 43:25“Akulah Dia (YAHWEH) yang menghapus pelanggaranmu demi diri-Ku sendiri, dan tidak akan mengingat dosa-dosamu.”

 

Doa Bapa Kami

Mungkin saudara berkata Yesus tidak pernah mengajarkan tentang nama YAHWEH, apakah benar demikian? Sekali lagi secara tertulis nama YAHWEH tidak ada tetapi secara tersirat Yesus berkali-kali menyingkapkan Nama YAHWEH melalui diri-Nya.

 

Mungkin saudara sudah pernah membaca bagaimana Yesus mengajarkan cara berdoa, dengan berkata Bapa kami yang ada di Surga dikuduskanlah nama-Mu. Siapakah Bapa yang dimaksud Yesus yang ada di Surga???

 

Yesaya 63:16Sebab Engkaulah Bapa kami, walaupun Abraham tidak mengenal kami, dan Israel tidak mengakui kami; ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami, Penebus kami, Nama-Mu kekal selamanya.”

 

Bapa di Surga yang dimaksud Yesus adalah YAHWEH dan bukan nama yang lain.Jadi kalau kita melihat dari penjelasan ini maka kita melihat bahwa nama YAHWEH yang tersirat dalam kita Perjanjian Baru (PB) begitu banyak bahkan seluruh inti dari pada Perjanjian Baru (PB) semuanya menyiratkan nama YAHWEH yang menyelamatkan di dalam Yesus Kristus atau YESHUA HaMashiakh

 

Oleh karena itu biarlah melalui penjelasan ini biarlah setiap kita mengetahui bahwa nama Bapa di Surga adalah YAHWEH dan bukan yang lain.

 

Arti kataHalelu-YAHAdalah Pujilah YAHWEH

Mayoritas kekristenan Indonesia menolak nama YAHWEH, tetapi dalam keseharian dan dalam ibadah-ibadah mereka selalu menyebutkan Halelu-Yah. Ini adalah sebuah pandangan yang sangat aneh, sebab mereka menolak nama YAHWEH, tetapi mereka menyebut Halelu-Yah yang artinya Pujilah YAHWEH.

 

Kata Haleluya, berasal dari kata Ibrani הללו־יה, yaitu “Halelu-Yah”. Kata ini muncul sebanyak 24 kali dalam kitab Mazmur dan sisanya ada di kitab Wahyu. Kata “HaleluYah” terdiri dari dua kata: הללו  “Halelu” danה “Yah”.  Kata  הללו, HALELU berasal dari kata הלל HALAL, yang artinya “memuji, memuliakan”, sedangkan kata “Yah” adalah singkatan dari YAHWEH (YHWH), tetapi dalam kita suci yang diterbitkan oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) mengganti kata YAHWEH dengan kata TUHAN.

 

Dari terjemahan kata Halelu-YAH mengandung arti, yaitu sebuah “perintah” Pujilah YAHWEHbukan memuji dan menyembah Nama yang lain.

 

Mazmur 106:48

(48) “BÂRÛKH-YEHOVÂH `ELOHÊY YISRÂ`ÊL MIN-HÂ`ÕLÂM VE`AD HÂ`ÕLÂM VE`ÂMAR KOL-HÂ`ÂM `ÂMÊN HALELÛ-YÂH”

(Terjemahan: “Diberkatilah YAHWEH, Elohim Israel, dari kekal sampai kekal, dan semua bangsa akan berkata: Amin! Halelu-YAH!”)

 

Di Surga Para Malaikat Memuji YAHWEH.

Wahyu 19:1,3,4,6

(1) “Dan setelah hal-hal ini, aku mendengar suara yang nyaring dari kerumunan orang banyak di dalam sorga, yang mengatakan, “Halelu-YAH! Keselamatan dan kemuliaan dan hormat dan kuasa ada pada YAHWEH, Elohim kita”

(3) “Dan mereka berkata untuk kedua kalinya, “Halelu-YAH! Dan asapnya membubung sampai selama-selamanya.”

(4) Dan, kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk hidup itu bersungkur dan mereka menyembah kepada Elohim yang duduk di atas takhta, seraya berkata, “Amin! Halelu-YAH!”

(5) Dan keluarlah suatu suara dari takhta itu sambil berkata, “Pujilah Elohim kita, kamu semua para hamba-Nya, dan kamu yang takut akan Dia, dan kamu yang kecil, dan kamu yang besar!”

(6) Dan aku mendengar seperti suara kerumunan orang banyak, dan seperti desau air bah, dan seperti bunyi guntur yang keras, yang mengatakan, “Halelu-YAH! Sebab YAHWEH, Elohim Penguasa Semesta, memerintah.

 

Kalau kita mau jujur dan kembali kepada apa kata firman Tuhan (back to Bible) maka kita akan melihat bahwa semua malaikat dan orang-orang tebusan semuanya bersorak Halelu-Yah, artinya di Surga semuanya memuji nama YAHWEH.

 

Alasan YHS Mengumandangkan Nama YAHWEH.

Gereja YHS mengumandangkan nama YAHWEH dan mendeklarasikan bahwa nama Bapa di Surga adalah YAHWEH. Sebab itu adalah sebuah kebenaran yang harus disampaikan pada kekristenan dunia khususnya kekristenan di Indonesia. Agar kekristenan tidak lagi memanggil nama Tuhan yang lain, tetapi seluruh kekristenan dunia khususnya Indonesia memanggil dan berseru kepada nama Bapa YAHWEH.

 

Mungkin ada dari golongan atau oknum yang berkata bahwa kenapa kita harus meninggalkan nama Allah, sebab nama Allah bukan nama Tuhan umat Muslim, sebab jauh sebelum Islam ada orang-orang sudah menyebut dan menyembah Allah. Melalui buku ini kami tidak mau perdebatkan tentang asal usul mengenai nama Allah, kami juga bukan anti nama itu, tetapi kalau kita mau belajar tentang sejarah, maka jangan belajar sejarah hanya sepenggal saja, artinya jangan hanya belajar sejarah setelah masa Perjanjian Lama (PL) dan masa Perjanjian Baru (PB) tetapi pelajarilah sejarah dari sejak awal dunia diciptakan dan pada manusia pertama dibentuk.

 

Kita sudah melihat bahwa sejak masa generasi pertama dari manusia, orang sudah memanggil dan menyembah nama YAHWEH. Oleh karena itu melalui buku ini Gereja YHS mengumandangkan suara kebenaran tentang penyingkapan nama Bapa YAHWEH. Sebab dalam terjemahan asliKitab Suci nama Allah sama sekali tidak tertulis.

 

Oleh karena itu biarlah melalui buku ini, Roh Kudus bekerja dalam diri saudara, sehingga saudara juga dapat memanggil nama Bapa di Surga sesuai dengan apa yang sudah dituliskan di dalam Kitab Suci, yaitu Bapa YAHWEH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *